Rabu, 25 September 2019

PUISI



Lailatul Izza
Berawal dari hasrat berkenalan
Delegasi karib hampiri sapa malu-malu
Tak tahu menahu jati diri sebenarnya
Asing gelisah resah yang akan terjadi
Gentar tatkala akan dekati
Tangan menghadang antipasti derita
Tajam rambutnya papak hitam
Sipit matanya dalam menerjang
Legam kulitnya kilat pesona
Tinggi semampai postur perkasa
Lelaki penduduk kursi panjang
Semenjak dikejauhan memusatkan pandangan
Menjadikan tindak harus berada sikap sempurna
Tatapan berbeda isyaratkan sebuah makna
Imajinasi terbang angkasa salami lembah samudera
Pikiran kacau semburat tak karuan
Gelombang rasa luar biasa
Akibat lemparan senyum melalui bibir manisnya
Sukma mustahil ku setir terkagum pancaran aura
Anugerah kasih mengalir begitu saja
Menebarkan benih pada insan kesepian
Kini perasaan nyata terpaut hatinya
Rinai gerimis basahi jemari
Mengendap curi secercah perhatian
Berlari mengejar seribu cara
Terjebak lingkaran membius dorongan jiwa
Pertikaian batin menghasilkan jalan kesadaran
Penantian harap pupus merangkak pergi
Pandangan serta tatapan kembali asli
Terkenang cerita tak miliki awal dan akhir
                                                    Kusudahi cinta menerka-nerka